Halaman

Orangtua Khawatirkan Dampak Video Porno

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Sejumlah orangtua di Bandar Lampung mengkhawatirkan anaknya melihat video mesum yang diduga dilakukan artis Indonesia melalui jaringan internet atau telepon seluler.

"Belakangan ini saya pantau anak-anak ketika membuka internet di rumah, jangan sampai mereka menyalahgunakan untuk hal yang kurang baik itu," kata Ny Nia Nasrul, warga Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung, Rabu (9/6/2010).

Selain itu, lanjut dia, telepon seluler milik anaknya yang masih duduk di bangku kelas II SMP juga selalu diperiksa.

"Biarlah dikatakan orangtua kolot juga tak masalah karena itu semua demi kebaikannya," kata dia.

Pengakuan serupa diungkapkan Ny Nurlela, warga Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Ny Nurlela mengatakan, merebaknya berita penyebaran video mesum itu membuat dia lebih waspada terhadap kegiatan anak-anaknya.

"Memang sulit memantau selama sehari penuh, mungkin di rumah bisa, tetapi kalau di luar apakah bisa. Hanya, setiap ketemu anak-anak selalu kami nasihati," ujar dia.

Psikolog Diah Utaminingsih, S.Psi MA.Psi, mengatakan, peristiwa tersebut jangan dijadikan pengekangan terhadap anak karena bisa menimbulkan hal sebaliknya, yaitu ingin berusaha melihat dan lebih buruk karena ada keinginan meniru perbuatan itu.

"Justru hal itu dijadikan pembelajaran, dengan menerangkan kepada anak-anak apa akibatnya jika melakukan hal tersebut," kata dia.

Diah menganjurkan orangtua untuk memberikan penjelasan kepada anak-anak bahwa perbuatan tersebut hanya kenikmatan duniawi sesaat, tetapi bagi warga Indonesia yang beragama, selain dosa, perbuatan itu juga akan berdampak buruk bagi anggota keluarga.

"Terangkan kepada anak-anak bahwa perbuatan tersebut, selain membuat malu diri sendiri, juga keluarga," ujar Diah, yang juga Manajer Unit Psikologi dan Pengembangan SDM Universitas Lampung.

Sementara terkait pemberitaan video mesum itu, sejumlah orang, dari remaja hingga orang dewasa, di Lampung pun "berburu" video tersebut.

"Saya coba mencari di internet belum dapat. Mungkin sudah dihapus kali ya," ujar Toni, remaja yang tinggal di Bandar Lampung.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2010/06/09/14363771/Orangtua.Khawatirkan.Dampak.Video.Porno-5

1 komentar:

Unknown mengatakan...

ulun pak ai kada bsa kaitu

Posting Komentar